Sabtu, 02 Januari 2016



LAPORAN
BIOTEKNOLOGI HASIL PERAIRAN
‘’Elektroforesis SDS-PAGE Gel’’


logo-umrah-web

Disusun oleh :
GIANTO
130254244414




JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERIKANAN
FAKULTAS ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN
UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI
TANJUNGPINANG
2015

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar belakang

Elektroforesis adalah suatu teknik pemisahan yang memisahkan analit berdasarkan kemampuannya bergerak dalam medium konduksi yang biasanya berupa larutan buffer dan akan memberikan respons setelah diberikan medan listrik (Harvey, 2000).
Salah satu metode PAGE yang umumnya digunakan untuk analisa campuran protein secara kualitatif adalah SDS PAGE ( Sodium Dodecyl Sulfate Polyacrilamide Gel Electroforesis ). Prinsip penggunaan metode ini adalah migrasi komponen akril  amida dengan N.N` bisakrilamida. Kisi – kisi tersebut berfungsi sebagai saringan molekul sehingga konsentrasi atau rasio akrilamid dengan bisa krilamid dapat diatur untuk mengoptimalkan kondisi migrasi komponen  protein. Metode ini sering digunakan untuk menentukan berat  molekul suatu protein disamping untuk memonitor pemurnian protein (Wilson  dan Walker, 2000). SDS PAGE dilakukan terhadap protein tak larut dengan kekuatan ion rendah dan dapat menentukan apakah suatu  protein termasuk monomerik atau oligomerik, menetapkan berat molekul dan jumlah rantai polipeptida sebagai subunit atau monomer.
Fungsi SDS (sodium dodecyl sulfat) merupakan detergen anionik, yang apabila dilarutkan molekulnya memiliki muatan negatif dalam range pH yang luas. Fungsi utama SDS padametode SDS-PAGE (SDS-Polyacrylamide gel electrophoresis) yaitu untuk memberikan muatan negatif pada protein yang akan dianalisis, selain itu SDS dapat mendenaturasi protein, mempermudah menyamakan kondisi, dan menyederhanakan protein (bentuk,ukuran, dan muatan). Muatan negatif SDS akan menghancurkan sebagian stukturkompleks protein dan secara kuat tertarik ke arah anoda bila ditempatkan pada suatumedan listrik (Anam, 2009)
Penggunaan SDS PAGE bertujuan untuk memberikan muatan negatif pada protein yang akan dianalisa. Protein yang terdenaturasi sempurna akan mengikat SDS dalam jumlah yang setara dengan berat molekul protein tersebut (Dunn,1989). Denaturasi protein dilakukan dengan merebus sampel dalam buffer yang mengandung β merkaptoetanol (berfungsi untuk mereduksi ikatan isulfide), gliserol dan SDS (Wilson dan Walker,2000). Muatan asli protein akan digantikan oleh muatan negatif dari anion yang teikat sehingga kompleks protein SDS memiliki rasio muatan per berat  molekul yang konstan. (Hames, 1987).
merupakan elektroforesis yang menggunakan gel sebagai fasediam untuk memisahkan molekul-molekul seperti DNA dan protein menjadi pita-pitayang masing-masing terdiri atas molekul-molekuldengan panjang yang sama.Elektroforesis gel merupakan teknik memisahkan suatu makromolekul dengan caramemberi gaya pada makromolekul tersebut untuk melewati medium berisi gel yangdibantu dengan tenaga listrik. Elektroforesis gel memisahkan berdasarkan lajuperpindahannya melewati suatu gel di bawah pengaruh medan listrik. Media atau gelyang dapat digunakan yaitu agarose gel (elektroforesis DNA) dan poliakrilamid gel(elektroforesis protein). Laju pergerakan molekul dipengaruhi oleh ukuran molekul,konsentrasi gel, bentuk molekul, densitas muatan, pori-pori gel, voltase, dan larutanbuffer elektroforesis (Martin, 2006)

1.2  Tujuan

Tujuan analisis protein dengan metode elektroforesis yaitu untuk memisahkanprotein berdasarkan berat molekul dengan menggunakan matriks penyangga akrilamid. Selain itu dengan elektroforesisakan diketahui jenis protein dalam bahan atau sampel yang akan dianalisis.

BAB II
 METODOLOGI

2.1   Materi

·         Alat

ü  Glass plates
ü  Casting frame
ü  Casting stand
ü  tisue
ü  Not leaking

·         Bahan

ü  sampel
ü  Acrylamide
ü  1.5 M Tris, pH 8.8 (Resoving Gel dan 0.5 M Tris, pH 6.8 (stacking Gel)
ü  SDS
ü  dH2O
ü  Ammonium Persulphate
ü  TEMED
ü  buffer

2.2  Metoda

A.    Prosedur kerja

·         Persiapan Gel

1.      Alat dan bahan pembuatan gel disiapkan. Kaca dipasang pada penjepitnya.
2.      Campuran bahan separating gel disiapkan sesuai dengan resep dan konsentrasinya.
3.      Campuran separating gel dihomogenkan dengan cepat agar tidak segera mengeras.
4.      Campuran separating gel dimasukkan pada gel caster dengan bantuan pipet,  ikuti dengan pemberian aquades agar permukaan gel rata dan oksigen tidak ada.
5.      Ruang disisakan untuk stacking gel.
6.      Setelah separating gel mengeras, sisa aquades dibuang.
7.      Campuran stacking gel disiapkan.
8.      Campuran stacking gel dihomogenkan dengan cepat.
9.      Campuran stacking gel dituang di atas separating gel dan sisir (comb) segera dipasang diatas stacking gel.
10.  Gel dibiarkan hingga mengeras.
11.  Setelah gel mengeras, kaca dilepas dari penjepitnya.
12.  Gel pada kaca dipasang pada alat elektroforesis dan running buffer dituang.

·         Persiapan Sampel

1.        Sampel protein dan tracking dye (RSB) disiapkan.
2.        Sampel direbus pada suhu 100°C selama 5 menit.
3.        Sampel didinginkan pada suhu ruangan.

·         Elektroforesis Gel

1.        Sampel protein dimasukkan ke dalam gel melalui ujung atas stacking gel sesuai dengan kebutuhan / sumur.
2.        Power supply dinyalakan.
3.        sampel diproses atau running dengan memberikan tegangan listrik sebesar 120 V selama 60-90 menit.
4.        Gel dilepas dari kacanya.

·         Staining dengan Coomasie Briliant Blue

1.        Gel direndam dalam staining solution Coomasie Brilliant Blue
2.         Rendaman gel dalam staining solution Coomasie Brilliant Blue R – 250 diletakkan di dalam shaker selama 20 - 30 menit.

·         Destaining

1.        Pewarna pada gel dihilangkan dalam rendaman destain solution sambil tetap di shaker.
2.        Lakukan destaining semalam di atas shaker sampai gel kelihatan bersih.
3.        Gel siap discan dan dianalisa hasilnya.
4.        Hitung BM protein pada band protein yang tampak pada gel  menggunakan grafik regresi linear.

BAB III
PEMBAHASAN

3.1   Elektroforesis SDS – PAGE

Elektroforesis adalah sebuah metode untuk separasi atau pemisahan sebuah molekul besar (seperti protein, fragmen DNA, RNA dll) dari campuran molekul yang serupa. Elektroforesis digunakan untuk memisahkan komponen atau molekul bermuatan berdasarkan perbedaan tingkat migrasinya dalam sebuah medan listrik. Sebuah arus listrik dilewatkan melalui medium yang mengandung sampel yang akan dipisahkan. Teknik ini dapat digunakan dengan memanfaatkan muatan listrik yang ada pada makromolekul, misalnya DNA yang bermuatan negatif. Jika molekul yang bermuatan negatif dilewatkan melalui suatu medium (misal agarosa), maka molekul tersebut akan bergerak dari muatan negatif menuju muatan positif. Kecepatan gerak molekul tersebut tergantung pada rasio muatan terhadap massanya dan bentuk molekulnya (Yuwono, 2008).

3.2  Fungsi SDS pada metode SDS-PAGE

SDS (sodium dodecyl sulfat) merupakan detergen anionik, yang apabila dilarutkan molekulnya memiliki muatan negatif dalam range pH yang luas. Fungsi utama SDS pada metode SDS-PAGE (SDS-Polyacrylamide gel electrophoresis) yaitu untuk memberikan muatan negatif pada protein yang akan dianalisis, selain itu SDS dapat mendenaturasi protein, mempermudah menyamakan kondisi, dan menyederhanakan protein (bentuk, ukuran, dan muatan). Muatan negatif SDS akan menghancurkan sebagian stuktur kompleks protein dan secara kuat tertarik ke arah anoda bila ditempatkan pada suatu medan listrik (Anam, 2009).

3.3  Fungsi akrilamid pada metode SDS-PAGE

Fungsi akrilamid  pada metode SDS-PAGE yaitu untuk mencegah difusi akibat timbulnya panas pada arus listrik. Selain itu gel akrilamid sering dimanfaatkan untuk memisahkan molekul protein yang kecil. Konsentrasi akrilamid total dalam gel dapat mempengaruhi migrasi  protein. Pada proses pembuatan  gel,  akrilamid  akan berpolimerisasi secara spontan bila tidak ada oksigen (Prihanto, 2011).

3.4 Fungsi pewarnaan gel pada metode elektroforesis

Pewarnaan atau staining pada gel merupakan bagian dari metode SDS-PAGE. Fungsi pewarnaan gel pada elektroforesis yaitu untuk membantu memonitor jalannya elektroforesis. Pewarnaan gel pada metode elektroforesis protein terdiri dari commasie blue staining dan silver salt staining. Pada pengecatan dengan menggunakan perak nitrat dianalisa jarak migrasi pita-pita protein terbentuk pada gel pemisah. Jarak migrasi diukur dan dibandingkan dengan jarak yang ditempuh oleh pewarna biru bromofenol. Sedangkan pewarna biru bromofenol untuk mengamati migrasi molekul protein selama elektroforesis (Anam, 2009).

3.5 Stacking gel

Stacking gel merupakan salah satu gel yang digunakan dalam SDS-PAGE. Stackinggel merupakan gel pengumpul atau gel penimbun yang terletak pada bagian atas.Stacking gel dibuat dengan campuran antara akrilamid 30%, Tris HCl 1 M pH 6,8, sterilaquades, SDS 10%, Ammonium Phosphate (APS) 10%, dan temed (Utami, 2007).
Stacking gel diperlukan dalam elektroforesis protein karena digunakan untuk mencetak sumuran ( well  ), selain itu digunakan untuk menimbun atau memekatkan protein menjadi satu jalur yang sempit sebelum protein itu memasuki gel pemisah. Stacking gel juga digunakan untuk menahan sementara agar sampel bermigrasi pada waktu yang bersamaan. Pada saat elekroforesis protein, protein akan tertarik ke bagian bawah aruslistrik. Protein yang memiliki berat molekul paling kecil bergerak cepat sehingga tertariksampai bagian bawah gel, sedangkan protein yang memiliki berat molekul paling besarakan berada pada bagian atas dari gel (Utami, 2007).



BAB IV
KESIMPULAN


ü  Stacking gel merupakan salah satu gel yang digunakan dalam SDS-PAGE. Stacking gel merupakan gel pengumpul atau gel penimbun yang terletak  ada bagian atas.

ü  Stacking gel diperlukan dalam elektroforesis protein karena digunakan untuk mencetak sumuran (well), selain itu digunakan untuk menimbun atau memekatkan protein menjadi satu jalur yang sempit sebelum protein itu memasuki gel pemisah



DAFTAR PUSTAKA

Prihanto, A.A. 2011. Teknik Molekuler: Elektroforesis.http://asep.lecture.ub.ac.id.             Diakses Tanggal 21 Desember 2015
Utami, E.S.W., dkk. 2007. Sintetis Protein Selama Embriogenesis Somatik             Anggrek Bulan Phalaenopsis amabilis (L.). Jurnal Biodiversitas. Vol.8,         No.3, Hal.188-19

Tidak ada komentar: