BAB III
METODOLOGI
3.1 Waktu dan tempat
Dalam
kegiatan praktikum ini dilakukan pada tanggal 2 juni 2015 yang bertempat di
PD.ADI NUGRAHA FOOD INDUSTRY, Jl.Anggrek
Merah No. 18B Kampung Bulang, TanjungPinang
Timur, Kepulauan Riau.
3.2 Alat dan bahan
Dalam
pelaksanaan praktikum ini alat dan bahan yang digunakan dalam proses produksi
yang ada di PD.ADI
NUGRAHA FOOD INDUSTRY yaitu :
Alat yang digunakan antara lain:
1.
Oven
2.
Alat penggiling manual
3.
Mesin penggiling
4.
Tungku pemanggang
5.
Alat pengepresan
6.
Timbangan
7.
Baskom
Bahan yang digunakan antara lain:
1.
Sotong kering
2.
Bumbu tambahan
3.3 Analisis keterkaitan antara
aktifitas
Harus diketahui
bahwa aliran barang dan
aktifitas produksi biasanya
merupakan tulang punggung fasilitas produksi, dan harus dirancang dengan
cermat serta tidak
boleh dibiarkan tumbuh atau
berkembang menjadi satu
pola lalu lintas
yang membingungkan bagai benang
kusut. Jika sebuah
tata letak berfungsi untuk
menggambarkan sebuah susunan yang
ekonomis dari tempat-tempat kerja yang
berkaitan, dimana barang-barang dapat diproduksi
secara ekonomis, maka semestinya dirancang
dengan memahami tujuan tata
letak (Apple,1990)
Bagan
yang menggambarkan tingkat keterkaitan antara dua aktivitas yang ada. Derajat
keterkaitan di gambarkan dengan simbol :
A
= mutlak perlu
E = Sangat penting
I
= Penting
O = Cukup/Biasa
U
= Tidak Penting
X
= Tidak Dikehendaki
Alasan
Keterkaitan :
Keterkaitan
Produksi
- Urutan aliran kerja
- Menggunakan peralatan yang sama
- Menggunakan ruangan yang sama
- Menggunakan catatan yang sama
- Bising, getaran, bau
- Memudahkan penanganan bahan
Keterkaitan
Pegawai
- menggunakan pegawai yang sama
- kemudahan pengawasan
- pentingnya berhubungan
- perpindahan pegawai
- Gangguang pegawai
Aliran
Informasi
- menggunakan alat komunikasi yang
sana
- menggunakan catatan yang sama
3.4 Analisis pola aliran bahan
Bagaimana
aliran bahan secara umum dilaksanakan menentukan proses dan peralatan yang
diperlukan Analisis aliran bahan
tergantung pada :
1. Bahan
atau Produk : karakteristik, ukuran, jumlah
2. Strategi
dan Peralatan Material Handling
3. Tata
Letak dan Konfigurasi bangunan : ukuran, bentuk, letak pintum letak ruang,
lorong.
Aliran
bahan yang lancar secara otomastis akan mengurangi biaya dan akhirnya kan
meningkatkan produktivitas. Keuntungan dalam perencanaan Aliran
Baha Menaikkan
efisiensi dan produktivitas
1) Pemanfaatan
ruang pabrik yang lebih efisien
2) Kegiatan
pemindahan yang lebih sederhana
3) Pemanfaatan
Peralatan lebih baik : waktu “menganggur” min.
4) Mengurangi
waktu proses
5) Mengurangi
persediaan dalam proses
6) Pemanfaatan
tenaga kerja lebih efisien
7) Mengurangi
kerusakan
8) Kecelakaan
minimal
9) Mengurangi
jarak n :
10) Mengurangi
kemacetan dalam lorong
11) Dasar
untuk perencanaan tata letak yang efisien
12) Lebih mudah dalam pengawasan (supervisi)
13) Pengendalian
produksi lebih sederhana
14) Meminimumkan
gerakan balik
15) Memperlancar
aliran produksi
16) Proses
penjadwalan lebih baik
17) Mengurangi
kondisi sibuk
18) Urutan
kerja logis
19) Tata
letak lebih baik
Dalam
analisis pola aliran bahan
Pola
Aliran Garis Lurus
1. proses
yang pendek dan sedehana
2.
Pola Aliran bentuk “L” Jika terdapat
keterbatasan pada besar gedung
3.
Pola Aliran bentuk “U” Aliran masuk dan
keluar pada lokasi yang sama
4.
Pola Aliran Bentuk “O”Bahan baku dan produk ditempatkan pada satu ruang.
5.
Pola Aliran bentuk “S” (zigzag) Aliran produksi panjang.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3.5 Diagram keterkaitan antara
aktifitas
Diagram
keterkaitan aktivitas merupakan basis untuk merencanakan hubungan antar pola
aliran bahan dengan lokasi kegiatan/aktivitas yang berkaitan dalam kegiatan
produksi. Diagram keterkaitan dibuat dengan menggunakan template, dimana pada
setiap template dicantumkan derajat keterkaitan aktivitas yg terdapat pada
bagan keterkaitan aktivitas.
Pada
diagram keterkaitan aktivitas, setiap kegiatan mempunyai luasan lantai yang
sama (template) dan hasil penyusunan template boleh merupakan bentuk yang tidak
teratur. Untuk menyusun diagram keterkaitan aktivitas kita perlu menentukan
departemen pertama yang ditempatkan dalam tata letak
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil analisis keterkkaitan
antara aktivitas
•
Departemen A : Tempat bahan baku (sotong kering)
•
Departemen B : Tungku pemanggang
•
Departemen C : Mesin penggiling
•
Departemen D : Alat penggiling manual
•
Departemen E : Pemberian bumbu tambahan
•
Departemen F : Pemanggang menggunakan oven
•
Departemen G : Pengemasan dan Pelabelan
4.2 Hasil pola aliran bahan
4.3 Diagram keterkaitan antara
aktivitas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar