Rabu, 11 November 2015



BAB III
METODOLOGI

3.1 Waktu dan tempat
Dalam kegiatan praktikum ini dilakukan pada tanggal 2 juni 2015 yang bertempat di PD.ADI NUGRAHA FOOD INDUSTRY, Jl.Anggrek  Merah No.  18B Kampung Bulang, TanjungPinang Timur, Kepulauan Riau.
3.2 Alat dan bahan
Dalam pelaksanaan praktikum ini alat dan bahan yang digunakan dalam proses produksi yang ada di  PD.ADI NUGRAHA FOOD INDUSTRY yaitu :
Alat yang digunakan antara lain:
1.      Oven
2.      Alat penggiling manual
3.      Mesin penggiling
4.      Tungku pemanggang
5.      Alat pengepresan
6.      Timbangan
7.      Baskom
Bahan yang digunakan antara lain:
1.      Sotong kering
2.      Bumbu tambahan
3.3 Analisis keterkaitan antara aktifitas
Harus  diketahui  bahwa  aliran  barang dan  aktifitas  produksi  biasanya  merupakan tulang punggung fasilitas produksi, dan harus dirancang  dengan  cermat  serta  tidak  boleh dibiarkan  tumbuh  atau  berkembang  menjadi  satu  pola  lalu  lintas  yang  membingungkan bagai  benang  kusut.  Jika  sebuah  tata  letak berfungsi    untuk    menggambarkan    sebuah susunan  yang  ekonomis  dari  tempat-tempat kerja  yang  berkaitan,  dimana  barang-barang dapat   diproduksi   secara   ekonomis,   maka semestinya    dirancang    dengan    memahami tujuan tata letak (Apple,1990)
Bagan yang menggambarkan tingkat keterkaitan antara dua aktivitas yang ada. Derajat keterkaitan di gambarkan dengan simbol :
            A  = mutlak perlu
            E = Sangat penting
            I  = Penting
            O = Cukup/Biasa
            U  = Tidak Penting
            X  = Tidak Dikehendaki
Alasan Keterkaitan :
Keterkaitan Produksi
            - Urutan aliran kerja
            - Menggunakan peralatan yang sama
            - Menggunakan ruangan yang sama
            - Menggunakan catatan yang sama
            - Bising, getaran, bau
            - Memudahkan penanganan bahan
Keterkaitan Pegawai
            - menggunakan pegawai yang sama
            - kemudahan pengawasan
            - pentingnya berhubungan
            - perpindahan pegawai
            - Gangguang pegawai
Aliran Informasi
            - menggunakan alat komunikasi yang sana
            - menggunakan catatan yang sama
3.4 Analisis pola aliran bahan
Bagaimana aliran bahan secara umum dilaksanakan menentukan proses dan peralatan yang diperlukan Analisis aliran  bahan tergantung pada :
1.      Bahan atau Produk : karakteristik, ukuran, jumlah
2.      Strategi dan Peralatan Material Handling
3.      Tata Letak dan Konfigurasi bangunan : ukuran, bentuk, letak pintum letak ruang, lorong.
Aliran bahan yang lancar secara otomastis akan mengurangi biaya dan akhirnya kan meningkatkan produktivitas. Keuntungan dalam perencanaan Aliran Baha Menaikkan efisiensi dan produktivitas
1)      Pemanfaatan ruang pabrik yang lebih efisien
2)      Kegiatan pemindahan yang lebih sederhana
3)      Pemanfaatan Peralatan lebih baik : waktu “menganggur” min.
4)      Mengurangi waktu proses
5)      Mengurangi persediaan dalam proses
6)      Pemanfaatan tenaga kerja lebih efisien
7)      Mengurangi kerusakan
8)      Kecelakaan minimal
9)      Mengurangi jarak n :
10)  Mengurangi kemacetan dalam lorong
11)  Dasar untuk perencanaan tata letak yang efisien
12)   Lebih mudah dalam pengawasan (supervisi)
13)  Pengendalian produksi lebih sederhana
14)  Meminimumkan gerakan balik
15)  Memperlancar aliran produksi
16)  Proses penjadwalan lebih baik
17)  Mengurangi kondisi sibuk
18)  Urutan kerja logis
19)  Tata letak lebih baik
Dalam analisis pola aliran bahan
Pola Aliran Garis Lurus
1.      proses yang pendek dan sedehana
2. Pola Aliran bentuk “L” Jika terdapat keterbatasan pada besar gedung
3. Pola Aliran bentuk “U” Aliran masuk dan keluar pada lokasi yang sama
4. Pola Aliran Bentuk “O”Bahan baku dan produk ditempatkan pada satu ruang.
5. Pola Aliran bentuk “S” (zigzag) Aliran produksi panjang.












3.5  Diagram keterkaitan antara aktifitas
Diagram keterkaitan aktivitas merupakan basis untuk merencanakan hubungan antar pola aliran bahan dengan lokasi kegiatan/aktivitas yang berkaitan dalam kegiatan produksi. Diagram keterkaitan dibuat dengan menggunakan template, dimana pada setiap template dicantumkan derajat keterkaitan aktivitas yg terdapat pada bagan keterkaitan aktivitas.
Pada diagram keterkaitan aktivitas, setiap kegiatan mempunyai luasan lantai yang sama (template) dan hasil penyusunan template boleh merupakan bentuk yang tidak teratur. Untuk menyusun diagram keterkaitan aktivitas kita perlu menentukan departemen pertama yang ditempatkan dalam tata letak












BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil analisis keterkkaitan antara aktivitas
• Departemen A : Tempat bahan baku (sotong kering)
• Departemen B : Tungku pemanggang
• Departemen C : Mesin penggiling
• Departemen D : Alat penggiling manual
• Departemen E : Pemberian bumbu tambahan
• Departemen F : Pemanggang menggunakan oven
• Departemen G : Pengemasan dan Pelabelan
4.2 Hasil pola aliran bahan











4.3 Diagram keterkaitan antara aktivitas

Tidak ada komentar: